Para tetua suku Indian di Peru ini muncul dari hutan lebat nan hijau sambil membawa tombak dan berjalan dengan kaki telanjang. Wajah mereka dipenuhi dengan coretan suku serta hiasan bulu-bulu burung Kakatua berwarna merah, biru dan kuning.
Para tetua dan anggota komunitas suku Indian Peru ini memenuhi panggilan Kepala Suku dari desa Washintsa untuk mengadakan pertemuan dan membahas usaha sebuah perusahaan minyak untuk membeli hak guna atas tanah suku mereka. Banyak dari para anggota suku ini yang harus berjalan selama berjam-jam, perlahan melintasi hutan yang gelap.


